• SKDA - UBBER FORUM -- SKDA tidak pernah meminta bayaran dalam bentuk materi/uang. Jika ada yg menawarkan bantuan & meminta bayaran uang, itu adalah penipuan. Harap dilaporkan ke kami untuk ditindak lanjuti. Jangan Panik hadapi tekanan DC dll tenangkan diri lihat/ pelajari tutorial vidio & info yg sudah kami siapkan. info founder SKDA WA: 0815-7550-0000 ( ikuti petunjuk) Respon cepat silahkan lihat & komentar di --- YOUTUBE : @RIDWANBALI --IG: @ridwannbali_skda
  • Join Group WA SKDA, klik disini

Rentenir berkedok Koperasi Tolong

Reza31

New member
Assalamualaikum Wr,Wb
Izinkan saya bercerita tentang pengalaman dan kesulitan saya hari ini. Berawal dari kesalahan saya sendiri yang hidup terlalu berlebihan, ketika mendapat pekerjaan di salah satu komisi didaerah saya. Dengan gaji yg cukup besar bagi saya meskipun hanya honorer, saya memberanikan diri untuk mulai mengambil cicilan-cicilan untuk menyenangkan istri dan anak saya. Alhamdulillah sudah LUNAS dalam kurun waktu satu tahun karena saya selalu menginginkan cicilan paling cepat selesai meskipun jumlahnya besar. Namun mungkin karena pembayaran saya selalu bagus di tahun pertama, itu yg menjadi awal dari bencana saya hari ini. Bermula dari 2 Tahun yang lalu.
Suatu hari mertua ingin meminjam uang pada saya untuk dana pelepasan hibah katanya sebanyak 8Jt rupiah, saya pun bertanya hibah apa. Mertua pun menjawab bahwa dia kedatangan seseorang yg mengatas namakan dari Perusahaan BUMN. Dia menjanjikan akan menghibahkan dana bantuan ke sekolah mertua sebesar 1 Milyar dengan proses yg menurut saya sangat mencurigakan, sebelumnya saya tidak pernah tahu sudah berapa uang yg dikeluarkan oleh mertua saya untuk orang itu. Karena saya tidak pernah tahu prosesnya seperti apa dan mertua memang sudah sering menerima dana bantuan dari pemerintah untuk sekolahnya, tapi saya entah kenapa sangat ingin membuktikan kecurigaan saya. Akhirnya saya meminta akta notaris kesepakatan dana hibah tersebut, karena setahu saya harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak yg dibukukan dengan notaris. Ternyata ada, tapi firasat saya ini palsu karena disitu tidak tertera nama BUMN yg dimaksud, tp hanya nama perusahaan yang katanya menjadi pihak sponsor perusahaan BUMN tersebut. Saya pun mengambil inisiatif memfoto akta akad itu dan berencana mendatangi alamatnya tanpa sepengetahuan mertua karena saya betul betul sangat curiga kalau perusahaan tersebut fiktif, karena sebelumnya saya sudah searching pada saat saya memfoto akta tersebut dan tidak ada di mesin pencarian. Singkat cerita keesokan harinya sayapun sampai di alamat yg dituju dan benar saja perusahaan yg dimaksud tidak ada. Ini sudah jelas bentuk penipuan. Namun betapa kagetnya ketika saya menelepon mertua, ternyata dia sudah menyerahkan uang sudah beberapa kali hingga kalau di total sekitar 70Jt. Bahkan mertua harus pinjam uang kesana kemari seperti dihipnotis dan mau saja mengirim uang tersebut.
Astagfirulloh saya hanya bisa beristighfar dan menyesalinya, dengan segala upaya yg sudah saya tempuh dan mertua juga sudah capek mengurusnya, laporan demi laporan sudah kami sampaikan ke pihak berwajib namun hasilnya nihil hingga sekarang. Bencana tidak hanya sampai disitu, uang 70Jt itu ternyata sebagian bukan hak milik mertua yg harus dikembalikan. Jadi yang 35Jt itu mertua pinjam dari tabungan sekolah, bingung harus mencari kemana akhirnya mertua menyuruh saya mencari dana pinjaman dengan AJB tanah sekolah yg dia miliki, saya ajukan ke bank tidak ada yg mau menerima, saya mencari dan alhamdulillah ada seorang yg saya kenal lewat media sosial menawarkan bantuan untuk pencairan AJB tersebut. Dia membawa saya ke orang yg katanya punya sebuah koperasi, dan mau mencairkan AJB tanah sekolah mertua saya. Setelah proses demi proses dan ketika mengetahui cicilan yg harus saya bayar perbulan saya kaget, karena uang yg kami pinjam 35 juta harus dikembalikan dengan cara mencicil selama 2 Tahun perbulannya seberar 2,890,000. Itu berarti dua kali lipat dari yg harus dikembalikan, namun karena keadaan kami mendesak akhirnya kami mengiyakan saja karena ingin melunasi sekaligus kalau ada rejekinya dengan harapan bunga itu ditiadakan. Namun bukannya kami mendapatkan yg diinginkan, seakan musibah terus bertubi-tubi datang, kami bisa mencicil sampai bulan ke 7 cicilan tersebut. Cicilan tersebut sebetulnya dibagi dua dengan saya jadi setengahnya oleh mertua setengah lagi oleh saya disamping saya juga masih punya beberapa cicilan di AKULAKU. Naas bagi saya harus diberhentikan dari pekerjaan saya karena disamping tidak ada perpanjangan kontrak juga ada penyusutan anggaran dr pemerintah daerah jadi karyawan honorer seperti saya yang kena imbasnya. Saya pun sudah berusaha mencari pekerjaan lain namun karena usia sudah kepala 3 tidak banyak pilihan pekerjaan untuk saya, akhirnya saya hanya membantu mertua saya menjadi operator sekolah dengan gaji seadanya. Karena kebutuhan yg semakin mendesak sayapun akhirnya gali lubang tutup lubang, pinjam sana sini untuk sebagian membayar hutang dan bertahan hidup. Hingga covid-19 pun menyerang, semua dirumahkan mertua pun karena hanya sekolah swasta terpaksa harus diberhentikan, karena tidak ada pemasukan sama sekali hutang makin menumpuk dan kami tidak sanggup bayar cicilan. Jangankan untuk bayar cicilan, untuk makanpun khususnya saya hanya mengandalkan penghasilan tidak pasti dari istri saya yg berjualan online. kami tidak menerima bantuan apapun karena kami malu dan kami tidak mau. Hingga tadi sore orang suruhan koperasi datang karena kami menunggak 4 bulan tidak bisa bayar, dengan bunga keterlambatan 4Jt rupiah yg harus kami bayar. Bulan ini total yg kami harus bayar ke pihak yg mengatasnamakan koperasi itu sebesar 15Jt rupiah termasuk denda tersebut. Belum cicilan cicilan lain dari hasil gali lubang tutup lubang itu. Mereka mengancam mau menyita tanah sekolah apabila bulan ini tidak ada uang yang masuk, antara kaget dan tidak percaya dengan hidup yang saya jalani ini, saya hanya bisa pasrah dan berusaha mencari jalan keluar, mulai dengan menjual semua sisa harta saya, kendaraan, emas dll. Masih belum cukup untuk membayar itu. Jangankan untuk melunasi seluruh pinjaman, untuk bunganya saja saya masih harus berpuasa sepertinya. Maaf jika tulisan saya sedikit panjang, barangkali sobat SKDA disini ada yg punya solusi tentang permasalahan saya ini. Jujur saya sudah lelah sebenarnya. Saya ingin keluar dari jeratan riba ini. Saya ingin bertaubat, saya hanya ingin hidup seperti biasa lagi, hanya mencari nafkah untuk anak istri saya untuk sekedar makan saja rasanya sangat bahagia. Terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr,Wb
 

Abah Ayi SKDA

New member
Staff member
SKDA Capt.
PRIORITAS
Alhamdulillah saudaraku
hal pertama yang saya tangkap adalah, Saudaraku ini baik dan peduli.

Tetap pertahankan hal tersebut.

Alloh SWT sedang merindukan kita dengan menegurnya melalui masalah.

Solusinya sudah jelas, Pak Reza sedang ingin bertaubat, Teruslah taubat. Buktikan dengan sempurnakan Sholat dan Sunnahnya. Taubat Riba itu pada Alloh SWT.

Masalah utang itu perkara lain, lakukan negosiasi dan cari jalan keluar bersama. memang sulit, karena mereka renternir tapi iringi dengan doa dan tawakal. Insyaalloh ada jalan.

Bisa jadi kita akan kehilangan sebagian harta, bila itu untuk menebus dosa dan ampunan Alloh SWT. Jangan ragu, lakukanlah.
 

Reza31

New member
Alhamdulillah saudaraku
hal pertama yang saya tangkap adalah, Saudaraku ini baik dan peduli.

Tetap pertahankan hal tersebut.

Alloh SWT sedang merindukan kita dengan menegurnya melalui masalah.

Solusinya sudah jelas, Pak Reza sedang ingin bertaubat, Teruslah taubat. Buktikan dengan sempurnakan Sholat dan Sunnahnya. Taubat Riba itu pada Alloh SWT.

Masalah utang itu perkara lain, lakukan negosiasi dan cari jalan keluar bersama. memang sulit, karena mereka renternir tapi iringi dengan doa dan tawakal. Insyaalloh ada jalan.

Bisa jadi kita akan kehilangan sebagian harta, bila itu untuk menebus dosa dan ampunan Alloh SWT. Jangan ragu, lakukanlah.
Terima kasih nasihatnya saudaraku, insya allah saya juga akan tetap istiqomah untuk terus bertaubat dan menyempurnakan ibadah saya.
Iya pasti saya akan kehilangan sebagian harta saya, meskipun Allah mengambil semuanya tapi saya di kembalikan ke jalan yg semula saya akan sangat bersyukur dan benar" tidak akan terpengaruh lagi dengan riba. Meskipun saya nantinya tidak punya apa" lagi, asalkan saya bisa menafkahi anak istri dgn rejeki yg halal apapun pekerjaannya saya akan lakukan. Sekali lagi terima kasih saudaraku, do'akan saya untuk bisa melalui teguran ini, dan juga mudah"an bagi pembaca yg lain bisa diambil pelajarannya.
 

Abah Ayi SKDA

New member
Staff member
SKDA Capt.
PRIORITAS
Alhamdulillah, Semoga harta yang kita miliki membawa kita ke Surga bukan menjerumuskan kita ke Neraka.

Syukron,
Abah Ayi Makassar
wa.me/6281241713279
 
Top