Niat Puasa 8 Dzulhijjah dan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah

Niat Puasa 8 Dzulhijjah dan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah
Niat Puasa 8 Dzulhijjah dan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah

Niat Puasa 8 Dzulhijjah – Bulan Dzulhijjah memang sangat identik dengan Hari Raya Idul Adha yang meliputi ibadah haji dan hari raya qurban.

Namun dibalik semua itu, terdapat beberapa amalan yang utama dan itu merupakan anjuran kepada kaum muslimin wal muslimat.

Sebab memasuki 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak melaksanakan amal ibadah, seperti sholat, puasa, membaca kitab suci Al-Qur’an, berdzikir, sedekah, dan ibadah lainnya.

Sebagaimana amalan sunnah yang dikerjakan oleh Rasulullah pada 9 hari awal bulan Dzulhijjah yaitu menunaikan ibadah puasa.

Seperti bunyi dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya nabi mengatakan :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, … ”.

Sekilas Mengenai Puasa Sunnah 8 Dzulhijjah

Dalam melaksanakan amalan puasa sunnah selama 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah, ada yang namanya puasa Tarwiyah.

Puasa Tarwiyah merupakan suatu ibadah sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan biasanya amalan ini diikuti dengan puasa Arafah yang dilaksanakan memasuki tanggal 9 Dzulhijjah.

Di hari Tarwiyah ini merupakan sebuah moment dalam sehari sebelum wukuf di Arafah serta dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Untuk pelaksanaannya, sama seperti ibadah puasa pada bulan Ramadhan yakni mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Dan semestinya orang yang sedang berpuasa, mencegahkan hal-hal yang mampu membatalkan puasanya selama berjalannya durasi tersebut.

Puasa Tarwiyah apabila dilihat dari kamus bahasa arab, diambil dari kata “tarowwa” yang mempunyai arti mempertimbangkan atau perenungan.

Penamaan hari tarwiyah juga tidak terlepas dari kisah-kisah atau peristiwa yang dialami oleh para nabi maupun orang-orang terdahulu.

Lafadz Niat Puasa Sunnah Tarwiyah 8 Dzulhijjah

Dalam melaksanakan suatu amalan yang baik, pasti diawali dengan niat dalam hati. Hal itu sebenarnya sudah menjadi ketentuan bagi manusia yang diberi rasa kehendak dan keinginan oleh Allah.

Namun adanya anjuran untuk melafalkan Niat Puasa 8 Dzulhijjah itu juga supaya mampu memantapkan diri lagi dari niat hati yang baik.

Berikut bacaan lafadz niat puasa 8 Dzulhijjah :

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى ​​​​​​​

Latinnya : “Nawaitu Shouma Hadzal Yaumi ‘An Adaa’I Tarwiyati Sunnatal Lillahi Ta’ala“

Artinya : “ Saya niat berpuasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala “.

Teruntuk kalian yang ingin melaksanakan ibadah sunnah puasa Tarwiyah, bisa melafalkan Niat Puasa 8 Dzulhijjah ini saat waktu sepertiga malam terakhir atau boleh juga usai makan sahur.

Kemudian adapula niat puasa Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah :

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latinnya : “Nawaitu Shouma Hadza ‘An Ada’I ‘Arafata Sunnatal Lillahi Ta’ala”

Artinya : “ Saya niat berpuasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’ala “.

Waktu pelafalannya sama seperti amalan puasa lainnya, yakni sebelum mulai terbitnya fajar.
Dalil Penamaan Puasa Tarwiyah

Seorang ilmuwan muslim berkebangsaan Persia, Fakhruddin Ar-Razi (544-606 H) dalam salah satu karyanya menyebutkan bahwa hari Tarwiyah hari kedelapan bulan Dzulhijjah yang memiliki arti berpikir atau merenung.

Dalam kitabnya, Fakhruddin Ar-Razi mengutip beberapa pendapat dari para ulama’ mengenai alasan penamaan hari Tarwiyah.

فَفِيهِ ثَلَاثَةُ أَقْوَالٍ أَحَدُهَا: أَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَمَرَ بِبِنَاءِ الْبَيْتِ، فَلَمَّا بَنَاهُ تَفَكَّرَ فَقَالَ: رَبِّ إِنَّ لِكُلِّ عَامِلٍ أَجْرًا فَمَا أَجْرِي عَلَى هَذَا الْعَمَلِ؟ قَالَ: إِذَا طُفْتَ بِهِ غَفَرْتُ لَكَ ذُنُوبَكَ بِأَوَّلِ شَوْطٍ مِنْ طَوَافِكَ، قَالَ: يَا رَبِّ زِدْنِي قَالَ: أَغْفِرُ لِأَوْلَادِكَ إِذَا طَافُوا بِهِ، قَالَ: زِدْنِي قَالَ: أَغْفِرُ لِكُلِّ مَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الطَّائِفُونَ مِنْ مُوَحِّدِي أَوْلَادِكَ، قَالَ: حَسْبِي يَا رَبِّ حَسْبِيي. وَثَانِيهَا: أَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ رَأَى فِي مَنَامِهِ لَيْلَةَ التَّرْوِيَةِ كَأَنَّهُ يَذْبَحُ ابْنَهُ فَأَصْبَحَ مُفَكِّرًا هَلْ هَذَا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى أَوْ مِنَ الشَّيْطَانِ؟ فَلَمَّا رَآهُ لَيْلَةَ عَرَفَةَ يُؤْمَرُ بِهِ أَصْبَحَ فَقَالَ: عَرَفْتُ يَا رَبِّ أَنَّهُ مِنْ عِنْدِكَ وَثَالِثُهَا: أَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ يَخْرُجُونَ يَوْمَ التَّرْوِيَةِ إِلَى مِنًى فَيَرْوُونَ فِي الْأَدْعِيَةِ الَّتِي يُرِيدُونَ أَنْ يَذْكُرُوهَا فِي غَدِهِمْ بِعَرَفَاتٍ

Artinya : “ Ada tiga pendapat di balik penamaan hari Tarwiyah, Yang pertama karena Nabi Adam ‘Alaihis Salam diperintah untuk membangun sebuah rumah, maka ketika membangun, ia berpikir dan berkata : “Tuhanku, sesungguhnya setiap orang yang bekerja akan mendapatkan upah, maka apa upah yang akan saya dapatkan dari pekerjaan ini?”

  • Allah SWT menjawab : “Ketika engkau melakukan towaf di tempat ini, maka Aku akan mengampuni dosa-dosamu pada putaran pertama tawafmu”. Nabi Adam memohon : Tambahlah (upah)ku. Allah menjawab : Saya akan memberikan ampunan untuk keturunanmu apabila melakukan tawaf di sini. Nabi Adam memohon, Tambahlah (upah)ku. Allah menjawab: Saya akan mengampuni (dosa) setiap orang yang memohon ampunan saat melaksanakan tawaf dari keturunanmu yang mengesakan (Allah).
  • Yang kedua, Sesungguhnya Nabi Ibrahim a. s. bermimpi ketika sedang tidur pada malam Tarwiyah, seakan hendak menyembelih anaknya. Maka ketika waktu pagi datang, ia berpikir apakah mimpi itu datangnya dari Allah Subhanahu Wata’ala atau dari setan? Ketika malam Arafah mimpi itu datang kembali dan diperintah untuk menyembelih, kemudian Nabi Ibrahim ‘a. s. berkata : “Saya tahu wahai Tuhanku, bahwa mimpi itu dari-Mu”.

Yang ketiga, Sesungguhnya penduduk Makkah keluar pada hari Tarwiyah menuju Mina, kemudian mereka berpikir tentang doa-doa yang akan mereka panjatkan pada keeseokan harinya, di hari Arafah “.
Keutamaan Puasa Sunnah 8 Dzulhijjah

Memang sudah menjadi hukum alam, suatu amal kebaikan pasti mempunyai keutamaan yang terkandung ketika menunaikannya, begitupun dalam melaksanakan puasa sunnah 8 Dzulhijjah ini.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi telah disebutkan bahwa puasa Tarwiyah dan puasa Arafah mempunyai keutamaan yang besar.

Bunyi haditsnya :

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Dengan arti : “ Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun “.

Bila dijelaskan secara ringkas, keutamaan puasa sunnah Tarwiyah bagi pengamalnya adalah diampuni oleh Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat selama 1 tahun lalu.

Sedangkan untuk puasa Arafah, keutamaan bagi pengamalnya adalah diampuni oleh Allah SWT atas dosa dan kesalahan selama 1 tahun yang lalu serta selama 1 tahun yang akan datang. Wallahu A’lam.

Hikmah Serta Manfaat Puasa Tarwiyah

Adapun hikmah dan manfaat yang didapat dalam menjalani ibadah sunnah puasa Tarwiyah ini :
Memperoleh Pahala Yang Berlipat Ganda

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya : “ Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada Lailatul Qadar “. (H. R. At-Tirmidzi).

Berangkat dari bunyi sabda tersebut, maka bagi siapapun yang melaksanakan puasa-puasa di 9 hari pertama pada bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa selama setahun.

Dosa Terampuni

Seperti yang sudah disinggung pada paragraph diatas, keutamaan yang didapat oleh seseorang pengamal ibadah sunnah ini adalah diampuni dosa-dosanya.

Ini juga merupakan bentuk / wujud hikmah dan manfaat untuk orang yang berpuasa di pengawal bulan Dzulhijjah.

Hari Pembebasan Dari Siksa Api Neraka

Hikmah ini sebagaimana bunyi hadits riwayat Imam Muslim yang di dalamnya menjelaskan bahwa Tuhan Robbul ‘Alamin lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka pada hari Arafah.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya : “ Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan? “. (H. R. Muslim).

 

Penutup

Demikianlah lafadz niat, dalil, keutamaan,hikmah, serta manfaat dari mengamalkan puasa sunnah 8 Dzulhijjah (puasa Tarwiyah) yang bisa menjadi panduan kalian di kehidupan sehari-hari. Semoga apa yang ada dalam artikel pendidikan ini dapat memberikan manfaat bagi kalian juga orang disekitar.

Dan tidak lupa, skda.co.id ucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah mengunjungi artikel Niat Puasa 8 Dzulhijjah ini, lalu membacanya sampai selesai. Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya.


Rekomendasi

DMCA Protected